30 days results oriented SEO plans
https://liftmyrank.co/affordable-seo-services-small-businesses/
Unsubscribe:
https://mgdots.co/unsubscribe/
Blog ini berisi cerita-cerita tentang epilepsi dari berbagai belahan dunia. Semoga lebih banyak orang mengerti tentang epilepsi.
Monday, February 3, 2020
Thursday, July 25, 2013
Aku Baru Sadar Aku Ini Pemberani karena Epilepsi
Saya Ary anak Jawa Tengah, sekarang berusia 19 tahun.
Saya amat sangat menderita ketika saya baru saja berumur 17 tahun. Pada saat itu baru saja saya berumur 17 tahun dan H-1 lebaran tahun 2011. Sakit yang saya derita adalah sakit kepala yang membuat saya kesulitan berjalan ataupun makan, beberapa bagian tubuh saya sulit di gerakan, serta beberapa gejala lain yang sudah saya lupakan.
Setelah lebaran, saya mulai periksa oleh dokter saraf dekat rumah saya. Karena saya diberi obat yang sangat tidak nyambung dengan gejala saya, saya mencoba periksa dengan dokter saraf di Semarang. Dia menyuruh saya melakukan CT-Scan. CT-Scan pertama terlihat aneh, karena terlihat otak saya tidak ada separuh di sebelah kiri. Setelah itu saya MRI, dengan hasil bahwa bagian otak kiri saya memang berkurang dari awal saya lahir. Lalu saya disuruh untuk pergi ke dokter bedah saraf di Semarang. Saya amat sangat menderita ketika saya baru saja berumur 17 tahun. Pada saat itu baru saja saya berumur 17 tahun dan H-1 lebaran tahun 2011. Sakit yang saya derita adalah sakit kepala yang membuat saya kesulitan berjalan ataupun makan, beberapa bagian tubuh saya sulit di gerakan, serta beberapa gejala lain yang sudah saya lupakan.
Namun setelah 2 bulan saya dioperasi, rasa sakitnya masih ada, bahkan sangat sakit. Sakitnya sangat keras. Karena saya sudah menyerah dengan dokter di Jakarta, saya kembali ke dokter di Semarang. Beliau mengatakan bahwa seharusnya saya tidak dioperasi. Beliau juga mengatakan bahwa apabila menemukan obat yang benar, maka saya sembuh. Tapi apabila tidak ada obat yang cocok, maka operasi menjadi pilihan.
Saya juga merasa tidak enak karena operasi besar saya tersebut dimulai hanya 10 hari setelah kakak saya itu menikah. Saya benar-benar minta maaf. Saya juga minta maaf kepada adik saya yang masih kecil karena orang tua saya sangat peduli dan memikirkan saya ketika dia memerlukannya. Maaf sekali.

Friday, October 19, 2012
Aku merasa istimewa karena suamiku ODE
Awal anfal diusia 19, masa ordikmaru kampus. Ketika akan menikah saya menceritakan kepada orang tua tentang penyakit yang diderita oleh calon suami saya waktu itu. Orang tua yang bijak dan mengatakan kepadaku jika penyakit itu datangnya dari Allah jadi untuk apa kita takut, jalani dengan sabar dan ikhlas....Tidak terhitung sudah berapa kali anfal didepanku...sebelum kami punya buah hati, bahkan dimalam disaat baru kelahiran anakpun dia bisa anfal...terlalu sedih, terlalu senang...saya benar-benar tidak mengerti sampai sekarang bagaimana gejala jika akan anfal...
Dan yang paling menyedihkan ketika pertama sekali si kk (anak pertama) melihat langsung ayahnya anfal, dia menjerit ketakutan dan lari menjauh...Ketika dia terisak saya katakan "ayah tadi lupa cuci kaki sebelum tidur jadinya ayah mimpi buruk", skarang anak kami yang pertama berusia 7 tahun dan Adiknya 3 tahun...2 buah hatiku tumbuh sehat,Alhamdulillah....
Serangan selalu terjadi ketika suamiku dalam keadaan tidur, baru tidur atau ketika sudah terlelap, jika anfal suami slalu berteriak memanggil namaku atau orgtuanya, sehingga berakibat ke 2 buah hati kami slalu terbangun dan menyaksikan kejadian itu..hufft....dan yang parahnya jika tangan suami tidak saya dekap maka pergelangan bahu akan lepas dan pasca anfal harus selalu dibawa ke tukang urut.
Entah sampai kapan epilepsi ini...saya berserah kepada Allah dan ikhlas....Seperti halnya suamiku yang selalu ceria, humoris dan santai saja, meskipun banyak yang mengatakan jika suamiku kejang karena narkoba...Ingin rasanya saya mengatakan kepada mereka2 tentang penyakit yang suamiku dera tapi yaa sudahlah....
Sampai disini ceritaku, Insya Allah akan slalu setia menemani suami ODE hingga akhir hayat kami, krn aku merasa istimewa bisa mendampinginya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
